Usai Terpuruk, Ada Glutera yang Mengubah Hidup Rahayu

Posted in



JAKARTATak sedikit perempuan-perempuan hebat sukses dalam usaha berbasis jejaring (networking) di Indonesia. Bukan hanya rupiah yang didapat, tapi juga ilmu dan sahabat yang cukup banyak di seantero nusantara. Luar biasa! Yang menarik, banyak di antara mereka adalah ibu rumah tangga. Siapa saja mereka? TIMESINDONESIA bekerja sama dengan PT Glutera Indonesia akan menulis secara bersambung kisah-kisah inspiratif perempuan Indonesia yang sukses di bisnis networking. Berikut bagian ke-51 kisah sukses mereka.


Jalan hidup manusia tidaklah mulus. Berliku-liku, penuh onak duri, bahkan penuh jebakan. Semuanya dibuat Allah untuk mencoba apakah seorang manusia tetap setia pada Tuhannya.
’’Saya meyakini itu. Tidak ada hidup yang susah terus, atau senang terus. Semua bergantian. Selalu ada kemudahan bersama kesulitan. Begitu penuturan orang tua saya,’’ kata Rahayu saat berkomunikasi dengan Glutera News TIMES Indonesia.
Ya, perjalanan hidup Rahayu memang selalu berbarengan antara kesukaran dan kemudahan. Sebagai seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak, kondisi ekonomi Rahayu bisa dibilang pas-pasan.
Untuk membantu suaminya yang bekerja di kepolisian menambah penghasilan keluarga, Rahayu membuka warung kelontong di tempat tinggalnya di Magelang. Kondisi ekonomi global yang serba tak menentu, apalagi menjamurnya toko modern membuat toko kelontong milik Rahayu susah berkembang.

Kerugian terus menderanya. ’’Sepi sekali sekarang toko kelontong di kampung. Tidak seperti dulu. Akibatnya modal pun termakan juga,’’ kenangnya.

Selanjutnya bisa ditebak, ia pun harus ngutang sana sini untuk menutupi kebutuhan keluarga. Puncaknya, dalam kondisi terpuruk, Rahayu harus menerima cobaan lain.
Kedua buah hatinya harus masuk rumah sakit karena penyakit tipes. ’’Pikiran kalut banget waktu itu. Sudah uang gak ada, anak masuk rumah sakit. Tapi saya coba tetap sabar dan tawakal,’’ katanya.
Berhenti di situ cobaan  Allah untuk Rahayu? Ternyata tidak. Lepas dari rumah sakit, ibu Rahayu didiagnosa kena tumor. Jalan satu-satunya harus operasi.
Kabar itu bagai disambar petir di siang bolong. Sebagai anak yang berbakti pada orang tua, Rahayu pun kepikiran terkena musibah beruntun tersebut.

’’Saya nyaris putus asa. Untungnya suami tercinta selalu memberi semangat pada saya. Kata suamiku, apapun yang terjadi, kita harus kuat. Cobaan Allah tidak terus menerus. Jika kita kuat menjalaninya, InsyaAllah derajat kita akan naik. Nasihat suami itu membuat saya tenang dan kuat menjalani cobaan ini,’’ papar Rahayu.

Di tengah rasa nyaris putus asa itu tiba-tiba Rahayu teringat dengan temannya, Eka Bimba yang pernah mengenalkan bisnis Glutera. ’’Ndak tahu kok tiba-tiba ingat Mbak Eka. Mungkin itu isyarat Allah untuk memberi jalan pada kami mengubah hidup,’’ akunya.

Akhirnya Rahayu pun menemui Eka untuk berbisnis Glutera. Setelah mendapat ilmunya, Rahayu makin fokus untuk berbisnis Glutera.
Dengan kerja keras, fokus, dan istiqomah, serta bantuan para mentor dan team yang solid, Rahayu makin yakin bisnis Glutera yang dia jalankan akan berkembang. ’’Modalnya itu aja. Itu pun dari nasihat suami, upline, dan manajemen,’’ kata Rahayu.
Alhasil, hanya dalam hitungan bulan, bisnis Glutera Rahayu berkembang pesat. Dalam waktu 10 bulan, iabisa mewujudkan impianya yaitu membeli mobil baru untuk keluarganya.
’’Sungguh suatu anugerah bagi saya waktu itu bertemu dengan Mbak Eka. Berkat kesungguhan dan  bimbingan beliau saya merasakan hasil dari buah kerja kerasnya. Musibah yang dulu menimpa, kini telah berganti menjadi anugerah terindah bagi saya. Terima kasih Mbak Eka, Mas Anton, Mas Andri, dan para Gluver,’’ ujar Rayahu.

sumber: timesindonesia.co.id